Monday, August 11, 2008

Saat ku menangis

Sahabat,
Bukan lamanya waktu kita bersama
Bukan pula banyaknya pemberian untukku
Tapi
Ketulusan yang nyata saat bersamamu
Dan ketegaranmu yang tiada tara
Menjadi ilmu terindah bagi kami semua

Sahabat,
Keluh kesahmu hilang terbawa angin
Tak pernah sampai di telingaku
Rintihanmu ada dalam keheningan
Pecah dalam canda yang selalu kau bawa

Sahabat, Maafkan aku
Diakhir perjalanan kekalmu
Aku tidak ada bersamamu
Mengantar dan melepasmu pada sang penjemput

Selamat Jalan Sahabat
Ketempat mana kau akan kekal
Ketempat mana aku akan pergi jua
Semoga kita bisa bersua pada masanya

Bintaro, 5 Agustus 2008

Untuk Sahabat ku tercinta, Ruri Moekti Ictiarini
11 September 1970 - 5 Agustus 2008

Ruri’s Blog & Photos

* Kueh Ruri
* Flickr Ruri

Posted by Dewi Anwar at 03:10:04
Comments

5 Responses to “Saat ku menangis”

  1. drivers says:

    You are really talented on writting article,i will come as soon as you update blog.

  2. Anonymous says:

    mba dewi, puisi mu mba…jadi bikin aku sedih di siang terik ini.
    apa kabar mba…i miss u :)

  3. hsgshd says:

    Nice going,every one enjoys your work.

  4. Emyl says:

    Mbak Dewi, memang persahabatan itu ngga bisa diukur dari lamanya kita berteman ya, tapi dari ketulusan hati dari sahabat kita dan kita sendiri. Aku sedih Mbak bacanya. Semoga Mbak Ruri tenang ya, kita kirim doa buat beliau. Amin
    Emyl

  5. mxdtr says:

    This is a wonderful idea! Thanks!!

Leave a Reply